Strategi Penulisan Karya Ilmiah pada Dimensi Holistik dan Metodologik (Bagian 4)

Strategi Penulisan Karya Ilmiah pada Dimensi Holistik dan Metodologik (Bagian 4)

F.8. Apresiasi

Apresiasi berfungsi untuk menyatakan penghargaan kepada semua pihak (institusi/organisasi/lembaga maupun individu) yang memberikan kontribusi finansial, fasilitas, pemikiran kritis, atau dukungan teknis yang memungkinkan riset dapat dilaksanakan hingga selesai.

F.9. Referensi (Sumber Pustaka)

Fungsi Referensi adalah untuk menjelaskan semua sumber pustaka yang digunakan dalam keseluruhan riset dan disitasi dalam tulisan. Tidak dibenarkan menulis sumber pustaka yang tidak disitasi dalam suatu tulisan ilmiah. Perlu dicatat bahwa kuantitas (jumlah) sumber pustaka yang digunakan belum menjadi syarat cukup untuk mendukung riset yang berkualitas. Kesesuaian, ketepatan dan keterkinian  dari sumber pustaka yang digunakan lebih tinggi perannya untuk mendukung riset yang berkualitas.

F.10. Lampiran

Fungsi Lampiran adalah untuk memberikan informasi ekstra yang menguatkan keabsahan riset namun bukan merupakan bagian utama dan kritis dari tulisan ilmiah. Lampiran juga dapat berisi data dan informasi penunjang yang apabila ditempatkan di bagian utama tulisan ilmiah justru merusak konsentrasi dan aliran logika dalam tulisan utama; dikarenakan ukurannya (ruang penyajiaannya yang meliput banyak halaman). Keberadaan lampiran dalam tulisan ilmiah bersifat opsional, tergantung kebutuhan. Contoh lampiran dapat di lihat pada Lampiran 1 yang memuat informasi ekstra tentang alat konversi satuan sistem internasional yang tersedia di www.easyunitconverter.com.

Penutup

Tulisan ilmiah adalah kumpulan terangkai dari pernyataan-pernyataan kebenaran (premise) yang dihasilkan suatu riset. Pernyataan kebenaran tersebut harus dapat dibuktikan kebenarannya yang menjadi tanggung jawab moral dan intelektual penulisnya sebagai peneliti sekaligus ilmuwan. Karakteristik ekspresi pernyataan kebenaran ilmiah adalah eksplisit, sahih (absah)  komunikatif, konsisten, efisien, inovatif,  baku, dan etis. Oleh karena itu penulisan karya ilmiah membutuhkan sinergi antara dimensi holistik dan dimensi metodologik untuk mendapatkan kebenaran (pengetahuan) dengan niat, sikap, dan tindakan ilmiah.

Tantangan untuk menulis karya ilmiah mencakup bagaimana membangun semangat (getting in the mood) ilmiah, dan bagaimana mengatasi keterbatasan kemampuan dan pengalaman menulis, keterbatasan akses pustaka, keterbatasan dalam membaca karya tulis ilmiah, serta bagaimana mendapatkan model panutan penulis dan karya tulis ilmiah yang cocok  dan memiliki reputasi yang baik. Tuntunan yang direkomendasikan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut telah dibahas pada tulisan ini (Bagian C).

Strategi penulisan karya ilmiah meliputi gaya, struktur, dan format yang dapat bervariasi. Bahasan lanjut tentang strategi penulisan karya ilmiah telah disajikan pada Bagian D-F. Setiap komponen dalam struktur tulisan ilmiah dibahas dengan pendekatan fungsi, sehingga lebih mudah dipahami bagaimana menyusun dan menulis komponen-komponen tersebut dengan baik dan benar. Namun demikian rincian teknis tentang pemilihan font, format, dan cara penulisan sumber pustaka tidak disajikan karena sangat bervariasi tergantung wadah publikasinya dan selain itu contoh penulisannya sudah tersedia cukup banyak dan mudah untuk diperoleh khususnya pada situs-situs web. Beberapa daftar pustaka yang dicantumkan pada tulisan ini memuat rincian teknis tersebut.

Sumber Utama: Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc. (Guru Besar IPB) pada Mata Kuliah Kuliah MPTP Ilkom IPB 2014.

Sumber Gambar

Leave a Reply

Close Menu