Strategi Penulisan Karya Ilmiah pada Dimensi Holistik dan Metodologik (Bagian 3)

Strategi Penulisan Karya Ilmiah pada Dimensi Holistik dan Metodologik (Bagian 3)

Strategi Penulisan

F.1. Judul

Fungsi judul dari tulisan ilmiah adalah memberikan dan mengarahkan orientasi pembaca tentang isi tulisan secara singkat dan tepat sasaran. Oleh karenanya judul disusun dari serangkaian kata kunci yang terkait kuat dengan  riset yang dibahas dalam tulisan ilmiah. Perlu diperhatikan kekuatan judul dalam memberikan arahan orientasi pembaca dengan focus dan spesifik akan memudahkan pemahaman pada bagian berikutnya dari komponen struktur tulisan ilmiah. Oleh karenanya judul  sebaiknya tidak bersifat umum tapi justru spesifik, sehingga lebih akurat dalam menjelaskan keunikan dan fokus tulisan.

Sebagai ilustrasi bedakan tiga alternatif  judul berikut:

  1. Pengaruh pemberian nutrisi tambahan pada tanaman hidroponik
  2. Pengaruh pemberian larutan A-B Mixed pada tanaman hidroponik
  3. Pengaruh pemberian larutan A-B Mixed pada tanaman tomat dalam sistem hidroponik.

Perhatikan bahwa judul c  lebih kuat (spesifik) dari judul b, dan judul b lebih kuat dari judul a. Hal ini ditunjukkan oleh kata kunci (yang digaris bawah) yang lebih spesifik dan jumlah kata kunci yang  lebih banyak pada judul c dibandingkan judul a  dan b.

Judul harus menjawab pertanyaan: “Apa yang dipelajari/diteliti?”, “Mengapa penting diteliti?”, “Apa yang diketahui sebelum melakukan penelitian ini?” dan “Bagaimana penelitian ini akan menambah pengetahuan?”

Apakah  judul yang (c) di atas sudah menjawab pertanyaan berikut?

  • Apa yang dipelajari/diteliti?” : Pengaruh pemberian larutan A-B Mixed pada tanaman tomat dalam sistem hidroponik.
  • “Mengapa penting diteliti?” : Mengetahui pengaruh (baik ataupun buruk) pemberian larutan A-B Mixed pada tanaman tomat dalam sistem hidroponik memberikan arahan penting dalam budidaya tomat dalam sistem hidroponik
  • “Apa yang diketahui sebelum melakukan penelitian ini?” : larutan A-B Mixed, tanaman tomat, dan sistem hidroponik.
  • “Bagaimana penelitian ini akan menambah pengetahuan?” Pengaruh pemberian larutan A–B Mixed pada tanaman tomat dalam sistem hidroponik belum diteliti oleh peneliti terdahulu, sehingga akan menambah pengetahuan dan alternatif  baru dalam penerapan larutan A-B Mixed untuk budidaya tanaman tomat dalam sistem hidroponik.

F.2. Abstrak

Fungsi abstrak adalah meringkas dan merangkum (umumnya terdiri dari 1 alinea/paragraf berisi 200-300 kata) tentang aspek-aspek utama dari keseluruhan riset yang dikerjakan (Bates College 2004) dengan urutan logik sebagai berikut:

  1. Tujuan riset (dari bagian Pendahuluan)
  2. Metoda yang digunakan (tidak detail dan teknikal)
  3. Temuan/luaran riset
  4. Kesimpulan singkat.

Dalam Abstrak juga harus dicantumkan daftar kata kunci (keywords), seperti dicontohkan pada Gambar 1. Fungsi dari kata kunci adalah untuk memfokuskan dan menekankan keterkaitan riset dengan semua kata-kata yang disebutkan pada kata kunci, serta untuk indeksasi karya tulis sehingga mudah dan cepat untuk dikelompokkan, disimpan, dicari dan ditemukan kembali di lokasi penyimpanannya dengan basis kata kunci tersebut.

F.3. Pendahuluan

Fungsi dari Pendahuluan adalah

  1. Membangun konteks riset yang ditulis. Hal ini dilakukan dengan mendiskusikan pentingnya riset, fakta-fakta yang mendukung dari hasil telaah literatur yang relevan dengan disertai sitasi serta memformulasi masalah yang di investigasi dalam riset.
  2. Menyatakan tujuan riset yang hendak dicapai dalam bentuk hipotesis, pertanyaan, atau problema yang diinvestigasi.
  3. Menjelaskan secara ringkas rasional dan pendekatan, dan jika mungkin manfaat atau kontribusi signifikan yang akan dihasilkan dari riset.

Secara prinsip Pendahuluan harus menjawab petanyaan (a) Apa yang di teliti? (b) Mengapa penting diteliti? (c)  Apa yang peneliti ketahui tentang hal sebelumnya  dengan hal yang akan diteliti sebelum riset dilakukan? Apa kontribusi atau temuan dari riset yang dilakukan?

F.4. Telaah Pustaka

Telaah Pustaka (Studi Literatur) adalah pembahasan tentang semua aspek (teori, definisi, referensi, hasil riset terdahulu) yang relevan untuk dijadikan landasan dan acuan riset anda. Literatur yang digunakan haruslah yang paling kuat keterkaitannya dan paling terkini substansinya  terhadap riset yang dilakukan. Literatur ilmiah diperoleh dari buku teks, jurnal, majalah, bulletin, artikel, atau laporan ilmiah, prosiding, skripsi, tesis, atau disertasi baik dalam bentuk cetak atau digital (elektronik) yang dapat tersedia di web.

Telaah pustaka juga perlu membahas peta perjalanan (road map) riset yang relevan dengan bidang riset anda, dan menjelaskan apa keunikan riset anda dalam peta riset tersebut. Telaah pustaka memberikan gambaran seberapa kokoh fakta, teori, serta temuan ilmiah terdahulu akan mendukung pencapaian tujuan riset anda. Oleh karenanya dimaksimalkan penggunaan literatur yang paling terkini dan teakurat.

Dengan telaah pustaka dihasilkan Kerangka Pemikiran yaitu landasan teori dan fakta ilmiah yang dapat mengarahkan dan memungkinkan tercapainya penelitian sesuai dengan metodologi yang dikembangkan.

F.5. Bahan dan Metodologi

Fungsi Bahan dan Metodologi adalah menjelaskan secara detail bagaimana riset akan dilakukan sehingga dapat mencapai tujuan riset. Penjelasan ini mencakup obyek (sistem, tanaman, hewan, orang, organisasi, alat atau mesin, wilayah) yang diinvesitigasi, rancangan eksperimen, pendekatan, prosedur, peralatan (sofware & hardware) dan bahan pendukung riset secara spesifik dan fungsinya dalam riset,  lokasi dan jadwal riset. Harus dijelaskan juga bagaimana dan dari mana data diperoleh atau dibangkitkan dalam riset anda. Untuk riset berketelitian tinggi perlu menyebut spesifikasi alat dan mesin yang mencakup akurasi, toleransi, keandalan, kapasitas, bahkan sampai kepada mereka dan pabrik pembuatnya. Hal ini perlu untuk menunjukkan seberapa baik kinerja alat dan mesin yang digunakan. Perlu pula dinyatakan batasan dan asumsi yang digunakan dalam kurun waktu riset yang dilakukan.

F.6. Hasil & Diskusi

Fungsi Hasil adalah untuk secara obyektif menyajikan hasil riset secara apa adanya, tanpa interpretasi yang lanjut. Penyajian diorganisir dengan alur logik yang baik  menggunakan tabel, diagram, gambar,  teks atau gabungan dari sebagian atau semuanya (lihat Gambar 2). Hasil yang tak diantisipasi (anomali) perlu disajikan juga untuk menjadi bahasan pada bagian selanjutnya yaitu Diskusi. Banyak temuan penting justru diperoleh melalui hasil yang tak diantisipasi.

Fungsi dari Diskusi adalah menginterpretasikan dan membahas hasil riset secara komprehensif, analitis, sintesis dan implikatif yang diarahkan pada temuan vital  yang terkait erat dengan tujuan dan pertanyaan riset yang dinyatakan dalam Pendahuluan. Apa yang menjadi pemahaman baru bagi peneliti dari diskusi ini merupakaan pengakayaan yang harus dibahas dalam Diskusi. Rasionalisasi terhadap hasil riset yang diantisipasi maupun yang tak diantisipasi perlu dikemukakan untuk menguatkan pemahaman terhadap temuan riset dan mempertajam jawaban terhadap pertanyaan riset. Ulasan dalam Diskusi harus memungkinkan peneliti maupun pembaca mengkonfirmasi apakah tujuan dan pertanyaan riset sudah terjawab dengan baik.

F.7. Kesimpulan dan Rekomendasi

Kesimpulan adalah pernyataan ilmiah yang dapat diekspresikan apabila peneletian telah tuntas dilaksanakan. Fungsi kesimpulan adalah menjelaskan dan menegaskan secara ringkas intisari dari temuan-temuan  penting yang menjawab pertanyaan riset tanpa mengulang analisis yang telah dibahas dalam Diskusi. Kesimpulan harus memberikan makna yang utuh tentang hasil dan temuan riset.

Perlu dicatat bahwa tidak ada riset yang sempurna secara total dalam satu kurun waktu dengan kendala yang tertentu pula. Peneliti yang bijaksana adalah peneliti yang tidak saja mengungkap sisi positif dari hasil risetnya, namun juga harus berani dan jujur mengungkap sisi negatif (keterbatasan, kelemahan, ketakwajaran) dari hasil risetnya.

Rekomendasi dalam sebuah tulisan ilmiah berfungsi untuk memberikan arahan dan tantangan penyempurnaan riset mendatang berdasarkan pertimbangan sisi negatif serta  implikasi lanjut (impak) dari temuan riset yang anda lakukan. Rekomendasi hendaknya dapat menjadi basis, pemicu dan pembangkit riset berikutnya dengan kontribusi yang lebih spesifik dan progresif.

STRATEGI PENULISAN KARYA ILMIAH PADA DIMENSI HOLISTIK DAN METODOLOGIK (BAGIAN 2)

Sumber Utama: Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc. (Guru Besar IPB) pada Mata Kuliah Kuliah MPTP Ilkom IPB 2014.

Sumber Gambar

Leave a Reply

Close Menu