Strategi Penulisan Karya Ilmiah pada Dimensi Holistik dan Metodologik (Bagian 2)

Strategi Penulisan Karya Ilmiah pada Dimensi Holistik dan Metodologik (Bagian 2)

Memulai Menulis Karya Ilmiah

Tidak selalu mudah untuk memulai menulis suatu karya ilmiah. Disamping kendala membangun semangat (getting in the mood), beberapa kendala yang umum terjadi adalah keterbatasan kemampuan dan pengalaman menulis, keterbatasan akses pustaka, keterbatasan dalam membaca karya tulis ilmiah, belum memiliki model panutan penulis dan karya tulis ilmiah. Semua kendala tersebut menyebabkan kesulitan dalam menentukan tema atau topik yang justru menjadi landasan awal dalam menyusun keseluruhan struktur dan isi suatu karya tulis ilmiah yang terfokus dan inovatif.

Tuntunan yang dapat direkomendasikan dalam memulai menulis karya ilmiah adalah:

  • Membangun semangat menulis dengan meluruskan niat, membulatkan tekad dan menyempurnakan ikhtiar.
  • Memperbanyak membaca karya tulis ilmiah, khususnya di bidangnya.
  • Melihat peta perjalanan (road map) riset di bidang yang diteliti atau bidang lain yang terkait.
  • Mencari model penulis ilmiah yang menjadi idola, terutama yang reputasinya dikenal luas (Alley 1998).
  • Mencari beberapa contoh gaya (style), format dan struktur tulisan karya ilmiah yang sesuai dengan bidang dan jenis riset, target pembaca, dan wadah publikasinya (Alley 1998).
  • Mengumpulkan bahan pustaka yang terkait dengan risetnya.

Gaya Penulisan Karya Ilmiah

Gaya penulisan adalah cara bagimana menyampaikan/mengkomunikasikan isi tulisan kepada pembaca (Alley 1998). Gaya penulisan karya ilmiah memiliki banyak ragam tergantung pada karakter penulis, wadah publikasi, sasaran pembaca, jenis, bidang keilmuan dan tujuan riset, dan konteks (skope dan waktu) penulisan. Wadah publikasi adalah tempat dan media dimana tulisan ilmiah tersebut akan dimuat. Jenis riset mencakup riset dasar, riset teoritikal, riset terapan, riset deskriptif, riset komparatif, riset asosiatif, dan riset observasional. Demikian tiap bidang keilmuan seperti bidang teknik, bidang sosial, bidang seni, bidang pendidikan, bidang eksakta memiliki karakteristik yang khas dalam gaya penulisannya. Demikian juga konteks riset yang meliputi skope riset (cakupan  obyek, aspek, implikasi riset) serta waktu (tingkat urgensi dengan kebutuhan kondisi saat ini dan masa mendatang).

Gaya penulisan mencakup organisasi dan format penulisan, pemelihan judul tulisan, pemilihan kosakata, pemilihan font, pemilihan struktur dan format, penulisan referensi atau sitasi (Alley 1998; Gibaldi & Achtert 2003; Hopkins 1999). Sebagai ilustrasi gaya penulisan yang mengedepankan pandangan futuristik tentang apa yang akan terjadi di waktu mendatang sebagai akibat dari kondisi masa lalu dan kini yang diamati umumnya menggunakan pendekatan aliran (urutan) logika penulisan berdimensi kronologikal (temporal) yang akan mengantarkan pada temuan yang mendukung tujuan risetnya.

Ilustrasi penggunaan gaya pada penulisan judul tulisan ilmiah adalah pemilihan judul yang berekspresi eksplanatif/eksploratif, judul yang berekspresi konstruktif, dan judul yang berekspresi rekomendatif.  Namun masih banyak ragam gaya yang lain yang dapat digunakan dalam penulisan judul. Berikut adalah contoh judul tulisan ilmiah beserta gaya yang digunakan.

  • Kinerja dari traktor tangan tipe X (Judul berekspresi explanatif/eksploratif)
  • Modifikasi rancangan transmisi pada traktor tangan tipe X (Judul berekspresi konstruktif)
  • Pengembangan sistem robotik untuk pemanenan tomat (Judul berekspresi konstruktif)
  • Peningkatan pH dan pengendapan logam berat terlarut air asam tambang (AAT) dengan bakteri pereduksi sulfat dari ekosistem air hitam Kalimantan Tengah (Judul berekspresi explanatif/eksploratif)
  • Strategi pemasaran menggunakan teknologi  e-commerce (judul berekspresi rekomendatif)
  • Perlunya kebijakan hukum pada e-commerce di Indonesia (judul berekspresi rekomendatif)

Organisasi Struktur Tulisan Ilmiah

Secara umum struktur tulisan ilmiah mencakup Judul, Penulis dan Afiliasi, Abstrak, Pendahuluan, Bahan dan Metoda, Hasil, Diskusi, Kesimpulan dan Rekomendasi, Apresiasi (Akcnowledgment), Daftar Pustaka, dan Lampiran (Bates College 2004)

Tabel 1. Proses yang berkorespondensi dengan komponen dalam struktur tulisan ilmiah.

Proses Riset  Komponen Struktur
Apa pernyataan singkat dan fokus yang dapat merangkum dan memaknai isi tulisan? Judul
Siapa peneliti yang menuliskan hasil riset beserta afiliasi dari masing-masing peneliti? Penulis dan Afiliasi
Apa intisari dari riset yang telah dilakukan ? Abstrak
Apa urgensi riset & problem yang akan dicari jawabannya? Pendahuluan
Apa landasan teori, konsep, definisi, serta temuan hasil riset -riset terdahulu yang melandasi dan terkait dengan riset yang akan dilaksanakan? Telaah Pustaka
Bagaimana tujuan riset dapat dicapai? Bahan dan Metoda 
Apa hasil yang diperoleh dari riset? Hasil
Apa arti dan makna dari hasil riset? Diskusi
Apa intisari temuan riset? Kesimpulan
Apa rekomendasi tindak lanjut dari hasil riset? Rekomendasi
Siapa pihak  yang perlu diberikan apresiasi karena berkontribusi dalam penyelesaian riset? Apresiasi
Karya tulis  mana yang dirujuk dalam riset? Sumber Pustaka
Apa informasi ekstra yang mendukung  riset? Lampiran

STRATEGI PENULISAN KARYA ILMIAH PADA DIMENSI HOLISTIK DAN METODOLOGIK (BAGIAN 1)

Sumber Utama: Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc. (Guru Besar IPB) pada Mata Kuliah Kuliah MPTP Ilkom IPB 2014.

Sumber Gambar

 

 

Leave a Reply

Close Menu