Metodologi Penelitian dan Penyajian Ilmiah: Operation Research

Metodologi Penelitian dan Penyajian Ilmiah: Operation Research

Riset operasi adalah penerapan motode-metode ilmiah terhadap masalah- masalah rumit yang muncul dalam pengarahan dan pengelolahan dari suatu sistem besar manusia, mesin, bahan dan uang dalam industri, bisnis, pemerintah dan pertahanan. Pendekatan khusus ini bertujuan membentuk suatu model ilmiah dari sistem, menggabungkan ukuran-ukuran faktor-faktor seperti kesempatan dan risiko, untuk meramalkan dan membandingkan hasil-hasil dan beberapa keputusan, strategi atau pengawasan. Tujuannya adalah membantu pengambil keputusan menentukan kebijaksanaan dan tindakannya secara ilmiah (Operational Research Society Of Great Britain).

Sejarah Riset Operasi

Ahli dari berbagai macam disiplin ilmu (teknik, matematika, sosiologi, psikologi, dan behavioral scientist) merupakan penggagas yang memprakarsai penggunaan Riset Operasi (RO). Fungsi RO sebagai alat bantu dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan Perang Dunia II. Prinsip dasar RO yaitu bagaimana mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk disalurkan ke tempat kedudukan pasukan sekutu yang sedang bertempur agar hasilnya optimum, yaitu kemenangan dalam peperangan.  RO yang dicetuskan setelah Perang Dunia II dengan 2 yaitu Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path Methode (CPM) yang dicetuskan pada tahun 1954.

Riset Operasi sebagai Imu Pengetahuan

RO merupakan gabungan antara dua aspek ilmu yaitu pengetahuan dan seni. RO dikatakan sebagai pengetahuan karena banyak menggunakan matematika dan algoritme sebagai alat untuk memecahkan masalah, sedangkan RO dikatakan sebagai seni karena berbagai keputusan dari pemecahan masalah yang dihadapi pada tingkat pelaksanaannya banyak tergantung kepada perilaku manusia yang melaksanakanya.

Riset Operasi sebagai Seni dan Membuat Model Operasi

Untuk menyelesaikan suatu permasalahan, akan dikaji atau diamati penyebab permasalahan itu sehingga diupayakan mencari jalan keluar (beberapa alternatif) dan mencoba memilih satu jalan keluar (alternatif terbaik). Model yang digunakan untuk membuat langkah-langkah pragmatis dalam upaya memecahkan masalah, diantaranya adalah:

  • Menentukan: Tujuan à t atau z
  • Mengamati: Kendala
  • Membuat: Berbagai alternatif pemecahan

Dengan demikian, model adalah upaya menghubungkan antara masalah dengan berbagai alternatif pemecahan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Semakin tinggi kemampuan seni pemecah masalah maka makin sempurna model yang dibuatnya.

Beragam Tipe Model Riset Operasi dan Ketersediaan Data

Model-model pemecahan masalah perlu dikonstruksi terlebih dahulu, agar masalahnya dapat dilihat secara rinci atau pragmatis. Langkah selanjutnya, fase penyelesaian (solusi) masalah dengan upaya mencapai hasil optimum. Makna dari optimum adalah bahwa keuntungan atau penghasilan harus maksimum dan kerugian harus minimum.

Model matematika adalah model yang dapat digunakan bila masalah, tujuan penyelesaian masalah, dan kendalanya dalam bentuk angka (kuantitatif), sehingga dapat dibuat formulasinya. Fungsi yang dapat dibentuk oleh model matematka adalah dalam bentuk fungsi, yaitu:

  1. Fungsi Tujuan (Objective Function)
  2. Fungsi Kendala (Constraints Function)

Model matematika ini dapat dikenal dengan 4 istilah programming, yaitu:

  1. Linear Programming,
  2. Integral Programming,
  3. Dynamic Programming,
  4. Nonlinear Programming.

Adakalanya model matematika tidak dapat dibuat formulasinya secara lengkap, tetapi teknik pemecahannya sangat komplek. Untuk mengahadapi masalah seperti itu dibutuhkan suatu model lain, yaitu model simulasi. Model simulasi biasanya memakan waktu dan biaya. Model matematika yang lengkap, tingkat keberhasilan penyelesaian masalah tergantung kepada tersedianya data yang tepat dan pasti. Apabila datanya perlu diperkirakan dengan distribusi kemungkinan, maka model matematika tersebut dirubah menjadi model probabilistik atau model stokastik.

Cara Perhitungan dalam Riset Operasi

Masalah yang harus dipecahkan ditransformasikan dalam bentuk model, dapat dihitung dalam RO (Computation in OR) dengan menggunakan dua cara, yaitu:

  1. Cara perhitungan dengan model matematika; Cara ini bersifat mengulang (iteratif), artinya solusi optimum tidak langsung jadi, tetapi harus diulang-ulang sehingga mendekati optimum.
  1. Cara perhitungan dengan model simulasi; Cara ini membutuhkan waktu dan biaya yang besar, walaupun hasilnya dikatakan terjamin.

Langkah atau Tahapan dalam Riset Operasi (RO)

Untuk memperoleh penyelesaian atas suatu masalah secara pragmatis dan sistematis, maka dalam RO terdapat beberapa tahapan sistematis, yaitu:

  1. Mengidentifikasi masalah
  2. Mengkonstruksikan masalah dalam bentuk model
  3. Menentukan model solusi masalah
  4. Validitas (keabsahan) model
  5. Melaksanakan (implementasi) dari hasil pemecahan masalah.

Sumber: Tugas Kuliah Metologi Penulisan dan Telaah Pustaka MKOM IPB

Sumber Gambar

Leave a Reply

Close Menu