Model Markov Chain pada E-Crime Sebagai Prediksi Tingkat Kriminalitas di Provinsi Riau

Model Markov Chain pada E-Crime Sebagai Prediksi Tingkat Kriminalitas di Provinsi Riau

Kriminalitas dan kejahatan adalah paradigma yang menakutkan dikalangan masyarakat. Kriminalitas muncul akibat beberapa faktor yang mengidentifikasi sebuah kejahatan moral dan ekonomi. Seiring berkembangnya zaman yang semakin maju dan pesatnya persaingan perekonomian serta hubungan berbanding terbalik dengan banyaknya angka pengangguran menyebabkan munculnya kriminalitas yang tinggi, serta munculnya beberapa faktor-faktor lainnya.

Kepolisian merupakan institusi pemerintah dibawah kementrian pertahanan yang bergerak dibidang ketahanan dan keamanan negara. Kepolisian mempunyai sebuah tanggaung jawab melindungi dan mengayomi masyarakat baik secara umum maupun khusus. Sebuah institusi yang mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai pengayom dan pelindung masyarakat hendaknya mempunyai sebuah data-data yang akurat sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan aksi dalam menangani sebuah kejahatan. Aksi yang dilancarkan oleh pihak kepolsian biasanya diperoleh dari laporan masyarakat tentang kejahatan yang terjadi disekitar mereka. Kasus demi kasus belum semuanya teratasi secara maksimal oleh pihak kepolisian dan terkadang mengalami beberapa kendala dilapangan terkait aksi dan pelaporan dari pihak masyarakat.

Beberapa pihak berspekulasi tentang lambatnya kinerja kepolisian dalam melakukan aksi lapanganlah yang menjadi salah satu pemicu brutalnya para pelaku kejahatan, mereka menganggap bahwa polisi hanyalah sebagai boneka hidup yang selalu datang disaat aksi kriminalitas berakhir. Hal ini mungkin sering terekspos media bahwa seorang polisi datang disaat kejahatan sedang tidak berlangsung. Disisi lain penyebab lambatnya pihak kepolisian dalam melakukan aksi turun kelapangan sebenarnya adalah kurangnya informasi yang cepat dari masyarakat atau pelapor. Masyarakat sering mengalami beberapa kendala dalam menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian misalnya lokasi kejadian atau pelapor yang sangat jauh dengan pos/ kantor polisi setempat, tidak mempunyai contact kepolisian yang dapat dihubungi, sering terjadi kesahalan lokasi pada saat melaporkan kejadian, dan sebuah kasus yang berhenti pada linkaran kepolisian tanpa diketahui oleh pihak atasan porli.

Seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi segala sesuatu yang dianggap kurang efisien dan kurang maksimal dapat diatasi dengan menepkan sebuah peranan teknologi. Teknologi yang sangat efisien pada saat ini adalah internet, yang mampu menyampaikan infromasi secara cepat dan akurat, mudah serta memiliki kehandalan yang lebih dibandingkan dengan teknologi yang lain sebagai sarana informasi. Jika kita mengacu dan melihat permasalahan diatas bagaimna sulitnya dan kurang cepatnya pihak kepolisisan dalam menerima informasi dari masyarakat terkait permasalahan kriminalitas, maka dengan peranan teknologi internet akan dapat memaksimalkan dan meminimalisir keterlambatan informasi tersebut.

Teknologi internet saat ini memiliki banyak berbagai macam fungsi dan kegunaan, tidak hanya dapat diakses dari personal computer (PC) dan tidak hanya juga sebagai sarana browsing untuk mendapatkan informasi akan tetapi lebih dari itu teknologi internet dapat diaplikasikan dalam bentuk yang lebih simpel dan mudah sesuai kegunaannya yaitu pada handphone dan smartphone. Selain itu teknologi ini mampu berinteraksi antar pengguna, group dan lembaga sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Banyak sekali aplikasi yang ditawarkan oleh teknologi ini dalam bentuk yang berbeda-beda.

Pada penelitian ini akan dibangun prototype sebuah aplikasi E-Crime (Elektronik Kriminal) dimana aplikasi ini akan membatu pihak kepolisian dalam melakukan aksi lapangan terkait informasi yang diberikan oleh masyarakat tetntang kriminalitas, lebih jauh dari itu masyarakat atau dalam hal ini sebagai pelapor dapat memberikan informasi hanya dengan hitungan detik kepada kepolisian terdekat dan polri tentang kejadian kejahatan disekitarnya, mampu memberikan informasi Daftar Pencarian Orang (DPO) serta dapat memberikan sebuah informasi berupa peta dan letak koordinat tempat kejadian. Dalam analisisnya masyarakat sebagai pihak pelapor akan mendapatkan sebuah hiden identity (penyembunyian identitas) sebagai jaminan keamanan, hanya pihak polri yang dapat mengetahui identitas pelapor, hal ini dilakukan untuk menghindari ketidakpastian atau laporan palsu dari pihak pelapor.

Selain itu aplikasi ini akan memberikan sebuah prediksi untuk beberapa tahun kedepan terkait permasalahan kriminalitas yang akan terjadi disetiap daerah berdasarkan probabilitas yang muncul pada setiap kejadian. Sistem prediksi ini dapat dihitung menggunakan metode Markov Chain. Markov Chain adalah metode kuantitatif untuk memperhitungkan perubahan-perubahan yang terjadi berdasarkan probabilitas perubahan selama periode waktu tertentu. Misalnya, probabilitas suatu sistem akan mempunyai kondisi tertentu sesudah periode waktu tertentu adalah (kondisional) tergantung kondisi saat sekarang.

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat membangun prototype sistem E-Crime yang menjadi gerbang komunikasi antara masyarakat dengan kepolisian tentang infomasi kriminalitas yang terjadi disekitar kita, serta dapat menghasilkan beberapa prediksi tentang kejahatan/ kriminalitas yang akan muncul ditahun-tahun berikutnya pada setiap daerah. Sebagai sample dan pengaplikasian penelitian ini dilakukan di Polisi Daerah (Polda) Provinsi Riau yang beramatkan di Jl. Sudirman Pekanbaru Riau. Penelitian ini juga melibatkan beberapa instansi terkait seperti kepolisian sektor, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Riau.

Terkait metode Markov Chain sebagai metode prediksi telah banyak penelitian-penelitian yang mengangkat metode ini dengan kasus yang berbeda-beda diantaranya adalah penelitian dengan judul Application of Markov chain analysis to trend prediction of stock indices oleh Milan Svoboda dan Ladislav Lukáš, juga penelitian Constantinos Antoniou, Haris N. Koutsopoulos dan George Yannis yang berjudul Traffic state prediction using Markov chain models. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Sri Nawangsari, Fika Mula Iklima dan Eri Prasetyo Wibowo dari Universitas Gunadarma dengan mengankat judul Konsep Markov Chains untuk Menyelesaikan Prediksi Bencana Alam di Wilayah Indonesia dengan Studi Kasus Kotamadya Jakarta Utara, serta masih banyak lagi penelitian-penelitian terkait sistem prediksi menggunakan Markov Chain.

Sumber Gambar

Leave a Reply

Close Menu